JIMAT-JIMAT YANG TERLARANG

Soal:  Apakah yang di maksud dengan tamimah (jimat) yang mengandung unsur syirik? Dan apakah orang yang menggantungkn jimat tersebut berarti dia orang musyrik yang jenazahnya tidak boleh di shalati?

Jawab: Tamimah (jimat) yang di larang adalah jimat-jimat yang di gantungkan di leher anak kecil dan orang yang sedang sakit atau selain mereka  yang berupa mutiara atau merjan atau tali (rantai) atau paku atau tulang dan lain-lain. Perbuatan ini bisa dilakukan di zaman jahiliyyah. Menurut pendapat yang shahih dari para ulama, menggantungkan ayat-ayat Al Qur’an atau doa doa yang syar’I adalah termasuk jimat yang terlarang, berdasarkan keumuman hadits-hadits yang menunjukkan bahwa hal itu haram dan terlarang. Diantara hadits-hadits tersebut adalah sabda Nabi r :

                    إِنٌَ الََََِّرقََََََََََََََىَ وَ الٌَتمَاِئمَ وَ الٌِتوَلَةَ شِرْكٌ

‘’Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat da pengasihan adalah syirik”

Dan sabda beliaur:

                   مَنْ تَََََعَلَّقَ تَََمِيْمَةً فَلا أَتََمٌَ اللهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلٌَقَ وَدَعَةً فَلا وَدَعَ اللهُ لَهُ

“Barang siapa yang menggantungkan jimat maka Allah tidak akan menolongnya dan barangsiapa yang menggantungkan pengasihan maka Allah akan menggagalkannya.” (HR.AHMAD).

Dalam riwayat lain beliau r bersabda:

                  مَنْ تََعَلّقَ تََََََمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik,”(HR.Ahmad).

Dan beliau juga pernah melihat seorang laki-laki yang memakai gelang dari kuningan di tangannya lalu beliau bertanya kepada orang itu:

                  مَا هَذَاقَالَ مِنَ الْوَاهِنََةِ فَقَالَ إِنْزَعْهَا فََإِنٌهَا لاتََزِيْدُكَ إِلُا وَهْنًَا فلو مت وهي علبك ما أفلحت أبدا

“Apa ini?” Orang itu menjawab:” Sesuatu yang bisa menundukkan (melemahkan) orang lain.” Lalu beliau r bersabda:” Lepaskan gelangmu itu! Sesungguhnya itu hanya menambah kelemahanmu. Jika engkau mati dan engkau masih memakai gelang itu maka engkau tidak akan bahagia selama-lamanya.”

                Dan hadits-hadits lain yang semakna dengan hadits di atas , semuanya menunjukkan tentang haramnya menggantungkan jimat-jimat yang terbuat dari apapun. Semua itu termasuk perkara yang haram dan syirik. Tapi bukan termasuk syirik besar apabila dia tidak meyakini bahwa jimat-jimat tersebut bisa menolak bahaya tanpa kehendak Allah. Apabila dia meyakini bahwa jimat-jimat tersebut bisa menolak bahaya tanpa sekehendak Allah, maka dia telah jatuh ke dalam syirik besar (keluar dari islam).

                Adapun orang yang menggantungkan jimat-jimat dan dia hanya meyakini bahwa jimat-jimat tersebut hanya sebagai sebab untuk menolak penyakit atau mengusir jin dan lain-lain maka keyakinan seperti ini adalah haram dan syirik, tapi tidak termasuk syirik besar.

                Yang di maksud dengan ruqyah (jampi-jampi) yang di larang adalah ruqyah yang memakai bahasa yang tidak di ketahui maksudnya atau kalimat yang mengandung perkataan haram. Adapun jika ruqyah tersebut memakai kalimat-kalimat yang bisa di pahami dan tidak bertentangan dengan syari’at islam, seperti dengan memakai ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa dari Nabi atau doa-doa yang tidak di haramkan syri’at, maka ini di bolehkan. Dengan syarat orang yang meruqyah dan orang yang di ruqyah tidak menggantungkan dirinya dengan ruqyah tersebut, tetapi hendaknya menyandarkan dan memasrahkan hasilnya hanya kepada Allah. Sebab ruqyah-ruqyah tersebut hanya sebagai perantara. Adapun hasil dan kesembuhannya hanyalah ada di tangan Allah. Sebab tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari Allah.

                Sedangkan yang di maksud dengan tiwalah (pengasihan) adalah satu jenis diantara jenis-jenis sihir yang bisa membikin seseorang cinta kepada lawan jenisnya dan sebaliknya. Dan semua jenis sihir hukumnya haram, bahkan bisa jatuh kedalam syirik. Hal ini berdasarkan ayat-ayat dan hadits-hadits yng menunjukkan tentang haramnya sihir dan bahwa sihir-sihir tersebut bisa menyebabkan syirik besar. Dan Allah-lah yang berhak memberi taufiq.

About TEGAR DI ATAS SUNNAH

my blog

Posted on May 2, 2012, in SYAIKH BIN BAAZ and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Syukron, artikel yang bermanfaat.
    Memang sudah menjadi tugas kita untuk meluruskan saudara-saudara kita yang masih belum tahu.
    Barokallahu fiikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: